PUTUS ASA, TETAPI HARUS TETAP HIDUP

Water photo created by freestockcenter - www.freepik.com

Banyak kesempatan yang kulewatkan, dan banyak juga kesempatan yang melewatkanku. Mereka yang berusaha menghiburku bilang kalau aku tidak perlu khawatir. Katanya, semua yang terlewat begitu saja memang bukan takdirku, karena takdir tidak akan mungkin melewatkanku. Namun, aku tidak terhibur. Aku malah semakin frustrasi menebak-nebak apa takdirku? Aku tak kuasa menjawabnya dan aku yakin tidak ada satu pun kekuasaan di bumi yang mampu membantuku mencari jawabannya. Jika aku memang dilahirkan tanpa tahu apa tujuan dan takdirku, lalu kapan aku bisa mulai mengenalnya? Apa aku juga dilahirkan tanpa kesempatan itu? 

Aku putus asa. Merasa tak ada lagi yang bisa diharapkan dalam hidupku yang sudah hampir seperempat abad ini. Aku ingin menghilang untuk menghindari ketidakberuntunganku. Namun, begitu pun aku tak kuasa. Sadar tidak bisa sepenuhnya memutuskan arah hidup membuatku semakin kesal, karena kenyataannya hidup ini bukan sepenuhnya milikku. Aku tidak punya pilihan selain terus menyusuri trotoar tanpa tahu kapan dan di mana harus berhenti. Aku kesal karena hanya bisa terus menyusuri jalanan yang selalu kuyakini tidak akan mengantarkanku pada tempat tujuanku. Namun, aku bisa apa? Aku bahkan tidak tahu tempat tujuanku. Bagaimana aku bisa mengenali jalan yang tepat. 

Aku ingin mengulang beberapa hal yang sudah terlewat. Namun, orang bodoh pun tahu kalau itu tak mungkin. Menyadarinya membuatku semakin takut melanjutkan perjalanan tanpa peta di bumi ini. Sayangnya, aku tak bisa menetap pada masa saat ini untuk menghapus masa depan. Seperti jarum jam, waktu terus berputar. Aku juga harus terus berjalan dan terus kelelahan, sebelum menemukan tempat yang tepat untukku beristirahat.

Hal yang paling menyedihkan dari kehidupan adalah harus tetap hidup bahkan ketika tahu kehidupan tidak membahagiakan.

Comments